Tuty Ratna

Online Business, Online PR and Social Media

Public Relation dan Tinjauannya (Bagian 2)

Dewasa ini peran Public relation (PR) berkembang ke arah yang lebih strategis. Kasus-kasus yang terjadi pada perusahaan perlu penanganan public relation sebagai corong perusahaan sehingga image perusahaan di pihak ekstenal tetap baik.

Meninjau perannya PR pada tahun 2011, terdapat beberapa kasus PR yang mengancam reputasi citra perusahaan, individu bahkan badan hukum. Sekedar mengingatkan kembali bahwa kasus-kasus tersebut oleh majalah MIX dicatatat sebanyak 11 kasus (Majalah MIX Januari 2012 oleh Iskandar Julkarnaen).

1. Industri Telko dan Isu Pencurian Pulsa

Isu pencurian pulsa sejatinya mulai merebak sejak tahun 2010 ketika YLKI menerima 101 pengaduan dari masyarakat dimana hampir separuhnya merupakan keluhan pengambil pulsa. Namun baru pada penghujung 2011, isu penyedotan pulsa ini masuk ke dalam tahap krisis PR yang melanda semua operator.
Dalam kasus ini, hampir semua operator seluler Indonesia terlibat seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Axis Telecom, Hutchison, dan Bakrie Telecom. Kasus sempat memburuk ketika para operator seluler tersebut dianggap saling melempar kesalahan dengan content provider dan dipercaya telah melakukan penipuan kepada konsumen. Konsumen bahkan berusaha melawan para operator dengan menggelar kampanye mematikan telepon seluler selama dua jam pada Sabtu, 15 Oktober 2011.

2. Angelina Sondakh dan “Inisial BS”

Nama Angelina Sondakh sering disebut-sebut terkait dengan kasus suap wisma atlet SEA GAMES, yang mengemuka sepanjang tahun 2011 ini. Sampai saat ini status Angelina adalah saksi dengan tersangka M. Nazarudin. Politisi inilah yang berulang kali menyebut bahwa Angelina berperan penting dalam kasus yang bisa merusak citranya ini.
Mantan Putri Indonesia ini terkesan santai menjaga reputasinya. Ia kelihatan sangat yakin bahwa citranya bersih dari skandal korupsi. Bahkan, ketika kasus ini belum selesai, Angelina ditengarai memiliki hubungan asmara dengan salah seorang penyidik KPK yang berinisial BS yang membuat sang penyidik dikembalikan ke kepolisian.

3. Recovery “Jangka Panjang” Citibank

Dua kasus yang menimpa Citibank menyiratkan perlunya perbaikan sistem internal di bank asing tersebut. Apalagi strategi PR recovery yang dilakukan Citibank terhitung kurang intensif, menyusul minimnya pernyataan Citibank di media massa. “Kami tidak bisa berkomentar banyak sampai kasusnya selesai,” kata Ditta Amahorseya, Country Head of Corporate Affairs Citibank kepada MIX dalam wawancara beberapa lama berselang.
Tapi, belum ada kepastian kapan kasus ini bisa dianggap ini selesai. Melinda Dee, terdakwa kasus pencucian uang dan tindak pidana perbankan—yang dianggap sudah mencoreng reputasi Citibank, baru menjalani sidang perdana 8 November lalu. Setelah wanita berdarah Aceh tersebut, polisi juga telah menetapkan tiga tersangka baru pada awal Desember lalu. Sementara itu, untuk kasus yang menimpa debt collector-nya, sampai saat ini juga masih berjalan di persidangan.

4. Delay Lima Jam Garuda Indonesia

Berambisi menjadi maskapai penerbangan dengan reputasi zero delay, Garuda Indonesia justru beberapa kali menuai protes penumpang yang kesal dengan penundaan penerbangan selama berjam-jam. Terakhir, delay dialami oleh penumpang Garuda Indonesia tujuan Yogyakarta pada akhir November lalu yang harus terlunta-lunta di Bandara Soekarno- Hatta selama lima jam sebelum akhirnya diberangkatkan.
Beberapa sumber menyebutkan, Garuda awalnya tidak menunjukkan itikad baik untuk menenangkan penumpang yang kesal, sebelum akhirnya memberikan kompensasi sebesar Rp 300 ribu/ penumpang.

5. Lion Air: Late is Our Name?

Karena seringnya mengalami keterlambatan penerbangan, Lion Air beroleh akronim baru: Late Is Our Name. Sindiran ini kerap terdengar dari obrolan di media-media sosial yang menyinggung maskapai penerbangan swasta nasional ini.
Kenyataannya, seperti yang dikutip dari situs berita online, penumpang pesawat Lion Air seakan sudah terbiasa mengalami penundaan penerbangan. “Bahkan hampir dalam setiap penerbangan selalu terjadi delay,” kata seorang penumpang kepada Okezone, belum lama berselang.
Mengenai penyebabnya, pihak Lion Air menyebut beberapa hal termasuk jadwal kru yang bermasalah, cuaca buruk, sampai permasalahan yang bersifat teknis. Sumber menyebutkan persamalahan delay penerbangan Lion Air ini telah disoroti sejak lama oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

6. Heboh Blackberry Setengah Harga

Maksud hati membuat sebuah acara penjualan perdana yang sukses, namun event yang digelar Blackberry pada akhir November lalu ini malah menuai kekisruhan. Tidak hanya membuat Kapolsek Kebayoran Baru dicopot, tapi peristiwa ini juga menyeret beberapa pihak di belakang penyelenggaraan acara ini ke ranah hukum. Tidak tanggung-tanggung, kasus ini menyeret Presiden Direktur RIM Indonesia, Andy Cobham menyusul penetapan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka berasal dari event organizer, pihak Pacific Place, dan konsultan keamanan yang ditunjuk RIM.
Bagaimana RIM bisa menyelenggarakan acara yang berujung kekisruhan menjadi pertanyaan banyak pihak, termasuk Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi, Gatot Dewobroto. “Jangan karena dinilai sebagai pasar yang captive, RIM bisa menjadi sembarangan,” kata Gatot kepada media. Sebelumnya, merek-merek seperti Samsung dan Esia juga pernah mengadakan penjualan perdana dengan diskon, namun tidak berujung dengan kekacauan.

7. “Charity Settingan” TV One

Kasus ini mencuat setelah aktifis kemanusiaan Valencia Mieke Randa diundang oleh sosialita Fifie Buntaran untuk menghadiri acara amal di sebuah hotel pertengahan November lalu. Acara tersebut seharusnya dimaksudkan untuk menolong seorang anak bernama Nando yang menderita gagal ginjal. Acara dikemas sebagai malam lelang gaun-gaun yang ditampilkan dalam acara charity fashion show dan berhasil mengumpulkan dana ratusan juta rupiah.
Masalah muncul ketika di akhir acara, Valencia tidak menerima dana apapun, bahkan penggiat BloodForLife itu diberikan informasi bahwa acara itu hanya rekayasa. Valencia yang kecewa semakin kecewa, ketika melihat tayangan acara malam itu di TVOne, dan mengekspresikan kekecewaanya di twitter.
Yang terjadi kemudian adalah opini publik terbentuk terhadap reputasi Fifie Buntaran sekaligus kredibilitas TVOne sebagai stasiun TV berita.

8. Kisruh Tak Berujung PSSI

Prestasi sepakbola Indonesia yang sedang menanjak ternyata tidak berjalan linier dengan citra induk organisasi yang menaunginya. Sebab belum enam bulan sejak Kongres Luar Biasa PSSI untuk menggantikan kepemimpinan Nurdin Halid berlalu, kisruh kembali terjadi. Kali ini ada tuntutan untuk membuat KLB PSSI yang diminta oleh pihak-pihak yang dulunya menjatuhkan Nurdin Halid dan menunjuk Djohar Arifin sebagai penggantinya. Alhasil, PSSI-pun kerap dicitrakan secara negatif.
Entah apa yang terjadi di tubuh PSSI, namun dualisme kompetisi sepakbola yang terjadi di Indonesia juga tidak terselesaikan. Bahkan hal ini membuat organisasi sepakbola dunia, FIFA turun tangan. Juru Bicara PSSI, Edi Elison, mengungkapkan FIFA mendesak PSSI menyelesaikan dualisme ini melalui surat resmi FIFA yang diterima PSSI, 22 Desember 2011.

9. Ancol dan Isu Keselamatan

Tahun 2011 Ancol sempat terkena isu masalah keselamatan ketika dua wahananya mengalami kecelakaan, yaitu Tornado dan Atlantis. Tornado mengalami macet pada bulan Juli 2011, saat menerbangkan 15 pengunjung, namun berhasil dilakukan evakuasi. Peristiwa macetnya Tornado ini sempat ramai diperbincangkan meski kemudian media-media menulis bahwa peristiwa ini terjadi semata karena kesalahan teknis, dan bukan karena kelalaian.
Namun, pada bulan September, kecelakaan terjadi di Atlantis Water ketika hiasan wahana tersebut ambruk. Peristiwa ini menyebabkan empat pengunjung terluka. Berita beredar pertama kali di twitter saat ada yang men-share foto rubuhnya papan seluncuran tersebut. Bahkan peristiwa ini juga sempat mengundang komentar dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
Menanggapi kejadian ini, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya Sumadi langsung menyatakan permohonan maafnya kepada pengunjung Atlantis Water Adventure.

10. Freeport dan Isu Eksploitasi

Aksi mogok karyawan Freeport yang telah berlangsung selama tiga bulan (September-Desember 2011), membuat citra korporat perusahaan tambang dunia tersebut tercederai. Publik melihat Freeport sebagai perusahaan yang mengeksploitasi tenaga kerja Indonesia dengan memberlakukan standar gaji yang lebih rendah dibandingkan tenaga kerja asingnya. Isu lain juga muncul seperti eksploitasi sumber daya alam dan fakta bahwa pembayar pajak terbesar di Indonesia itu memberikan dana hingga 14 juta dolar AS kepada aparat untuk mengamankan aset mereka di Papua.
Aksi mogok yang diikuti 6000 karyawan atau 90% dari total karyawan Freeport ini, sayangnya berjalan ricuh bahkan memakan korban jiwa dan luka-luka akibat aksi penembakan dan pembubaran paksa. Hal ini diperparah dengan aksi penembakan misterius yang masih sering terjadi di lingkungan sekitar Freeport.

11. Jembatan Kukar Runtuh, Isu Korupsi Menyeruak

Bagaimana sebuah jembatan yang baru berusia 10 tahun bisa runtuh, membuat banyak pihak bertanya-tanya sebab biasanya jembatan dibangun dengan daya tahan minimum di atas 40 tahun. Oleh karena itu, runtuhnya Jembatan Kutai Kartanagara di Kalimantan Timur ini menimbulkan beberapa spekulasi, termasuk indikasi adanya korupsi dalam pengerjaan proyek jembatan yang sering dibandingkan dengan jembatan Golden Gate, San Fransisco ini.
Sampai saat ini, masih dilakukan penyelidikan mengenai penyebab runtuhnya jembatan ini, namun beberapa pihak sudah mengambil langkah-langkah tertentu untuk menjaga reputasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 2, 2012 by in Public Relation and tagged , .
%d bloggers like this: