Tuty Ratna

Online Business, Online PR and Social Media

Public Relation dan Tinjauannya (Bagian 1)

Saat ini sepertinya tidaklah mungkin kiprah suatu perusahaan atau individu dapat diketahui tanpa adanya dukungan dari media massa. Terlepas dari besarnya asset dan seberapa bagus kinerjanya, tanpa dukungan pemberitaan media maka prestasi perusahaan tersebut tidak akan banyak diketahui oleh publik. Lantas siapa yang berperan dalam menjembatani dengan media massa tersebut? menjaga longterm relationship dengan khalayak perusahaan guna memberikan kontribusi positif bagi perusahaan, baik itu meningkatkan citra perusahaan, selling point maupun loyalitas khalayak internal perusahaan? Public Relation jawabannya. Sebegitu strategisnya peranan, tugas dan tanggung jawab public relation tersebut membuat keberadaan public relation sangat penting untuk ada dalam fungsi di perusahaan.

Definisi public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002). Dalam buku dasar-dasar public relation (Wilcox dan Cameron, 2005) mengatakan bahwa “public relation is a management function, of a continuing and planned character, thought which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests”. Kutipan ini artinya adalah public relation merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan deri mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.

Sedangkan tujuan umum dari  public relation adalah menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Selain itu untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik. Fungsi public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahan dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi atau perusahaan dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi dalam meningkatkan kinerjanya.

Menurut Frank Jefkins, salah seorang pakar public relation dunia, tugas utama dari seorang public relation adalah (1) menciptakan dan memelihara suatu citra yang baik dan tepat atas organisasinya, baik itu berkenaan dengan kebijakan, produk, jasa maupun dengan para karyawannya. (2) Memantau pendapat umum mengenai segala sesuatu  yang berkaitan dengan citra, kegiatan, reputasi maupun kepentingan-kepentingan organisasi, dan menyampaikan setiap informasi yang penting ini langsung kepada pihak manajemen atau pimpinan puncak untuk ditanggapi atau ditindaklanjuti. (3) Memberi masukan atau nasehat kepada pihak manajamen mengenai berbagai masalah komunikasi yang penting, berikut berbagai teknik untuk mengatasinya. (4) Menyediakan berbagai informasi kepada khalayak perihal kebijakan organisasi, kegiatan, produk, jasa dan personalia selengkap mungkin demi menciptakan suatu pengetahuan yang maksimal dalam rangka menjangkau pengertian khalayak.

Frank Jefkins juga menyatakan bahwa secara umum, jenis-jenis pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang public relation adalah :

  1.  Menyusun serta mendistribusikan sajian berita (new release), foto-foto dan berbagai artikel untuk konsumsi kalangan media massa.
  2. Mengorganisasikan konferensi pers, termasuk acara resepsi dan kunjungan, kalangan media massa ke organisasi atau perusahaan.
  3. Menjalankan fungsi sebagai penyedia informasi bagi pihak media massa.
  4. Mengatur acara wawancara antara kalangan pers, radio, televisi dengan pihak manajemen.
  5. Melakukan fungsi fotografi dan membentuk sebuah perpustakaan foto.
  6. Menyunting atau memproduksi majalah atau surat kabar internal serta mengelola berbagai bentuk komunikasi internal lainnya seperti video, presentasi slide, majalah dinding dan sebagainya.
  7. Menyunting serta memproduksi jurnal-jurnal eksternal untuk konsumsi pihak luar, misalnya saja untuk para distributor, para pemakai jasa perusahaan, konsumen dan sebagainya.
  8. Menulis dan membuat bahan-bahan cetak seperti lembaran informasi yang memuat tentang sejarah perusahaan, laporan tahunan atas hasil kinerjanya, media komunikasi antara sesama pegawai, poster-poster yang bersifat mendidik, dan sebagainya.
  9. Mengadakan dan mengelola berbagai bentuk instrument audio visual seperti presentasi slide dan rekaman video, termasuk melaksanakan distribusi, penyusunan katalog, pameran serta pemeliharaannya.
  10. Menciptakan dan memelihara berbagai bentuk identitas perusahaan dan ciri khasnya, seperti logo, komposisi warna, tipografi dan hiasannya, jenis kendaraan dinas, pakaian seragam para pegawai, dan sebagainya
  11. Mengelola berbagai hal yang berkaitan dengan sponsor kehumasan.
  12. Mengelola survei-survei pendapat atau berbagai macam penelitian lainnya.
  13. Mengerjakan tugas-tugas periklanan.
  14. Menjalin hubungan dekat dengan politisi dan birokrat.
  15. Mengatur acara-acara kunjungan dari para pejabat, tamu kehormatan, maupun tokoh-tokoh asing.
  16. Mengumpulkan serta mengorganisir segenap umpan baik dari berbagai sumber informasi mulai dari kliping Koran, berita-berita radio dan televisi, serta mamantau berbagai laporan dari luar.
  17. Menganalisa umpan balik dan berbagai laporan tersebut, termasuk yang berhubungan dengan tingkat kemajuan pencapaian tujuan yang sudah diraih.

Sebagai sebuah bidang pekerjaan, Public relation juga rentan akan kasus-kasus yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Beberapa kejadian akibat kurangnya penerapan public relation dapat dilihat pada Public Relation dan Tinjauannya Bagian 2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 27, 2012 by in Artikel, Public Relation and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: